SUARA MINANGKABAU

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Kamis, 26 Februari 2026

Tokoh Akademisi Sekaligus Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.si., Mendukung Program Pemerintah dan Apresiasi Kinerja Polri

BUKITTINGGI | Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi mendukung penuh Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Tokoh akademisi sekaligus Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Prof DR Silfia Hanani, MSi, Kamis (26/2). Menurutnya, komitmen  mendukung program MBG dibuktikan dengan akan didirikannya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampus.

“Program MBG ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tujuan MBG adalah melahirkan generasi yang siap belajar, siap bekerja, dan siap memikul tanggung jawab. Pada titik ini, makanan bergizi dipandang bukan sekadar intervensi kesehatan, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas manusia Indonesia yang lebih tangguh menghadapi tantangan zaman,” kata Prof Silfia.

Menurut Silfia, motivasi UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi yang akan membentuk SPPG adalah untuk mensukseskan serta mendukung program pemerintah untuk penyiapan makan bergizi. Nantinya, prinsip pelaksanaan SPPG menekankan aspek pemberdayaan masyarakat, karena turut melibatkan warga sekitar SPPG.

“Untuk memastikan keamanan pangan dan manajemen gizi, ahli gizi turut dilibatkan sebagai tim pelaksana. Prosedur ketat diterapkan agar menu yang disajikan kepada penerima manfaat memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan,” tegas dia.

Selain mendukung program MBG, Silfia juga menyatakan apresiasinya terhadap kinerja Polri yang semakin profesional dalam menjaga stabilitas dan keamanan. Hadirnya Polri di tengah-tengah masyarakat bisa memberikan rasa aman dan nyaman.

“Polri yang memiliki peran sentral di masyarakat. Selalu bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Polri tidak ada liburnya. Kami sangat mengapresiasi pengabdian seluruh anggota Polri demi mewujudkan situasi kamtibmas".

Jumat, 20 Februari 2026

KAI Divre II Sumbar Perketat Pengamanan, Reza Shahab Ingatkan Ancaman Pidana bagi Pelanggar Jalur Rel

SUMBAR | Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel, termasuk kegiatan ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa. Imbauan ini ditegaskan langsung oleh Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, sebagai langkah antisipatif demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat.

Fenomena masyarakat yang berkumpul, duduk santai, bahkan bermain di sekitar rel saat menjelang berbuka maupun sahur masih kerap ditemukan setiap tahunnya. Padahal, jalur kereta api merupakan zona terbatas yang secara hukum dan teknis diperuntukkan khusus bagi operasional perkeretaapian.

Reza Shahab menegaskan bahwa rel kereta api bukanlah ruang publik yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas sosial. Risiko kecelakaan sangat tinggi, terlebih perjalanan kereta tidak selalu dapat dihentikan secara mendadak karena keterbatasan sistem pengereman.

“Setiap Ramadhan masih kami temukan warga yang beraktivitas di sekitar rel. Kami mengingatkan bahwa jalur kereta api bukan ruang publik. Risiko kecelakaan sangat besar dan dapat membahayakan keselamatan jiwa,” ujar Reza.

Larangan tersebut memiliki dasar hukum yang jelas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pada Pasal 181 ayat (1) ditegaskan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api serta melakukan tindakan menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel, maupun menggunakan jalur rel untuk kepentingan selain angkutan kereta api.

Sanksi atas pelanggaran aturan ini tidak main-main. Dalam Pasal 199 UU Nomor 23 Tahun 2007 disebutkan bahwa pelanggar dapat dikenakan pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp15.000.000. Ketentuan ini menjadi bukti bahwa keselamatan perkeretaapian merupakan hal serius yang dilindungi undang-undang.

Sebagai langkah preventif, KAI Divre II Sumbar secara konsisten menggelar sosialisasi keselamatan ke sekolah-sekolah, komunitas, serta masyarakat yang bermukim di sekitar jalur rel. Edukasi dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

Pengamanan fisik juga diperkuat melalui peningkatan patroli rutin dan penempatan personel keamanan di titik-titik rawan. KAI turut berkoordinasi dengan aparat setempat guna menjaga ketertiban serta mengantisipasi potensi gangguan di sepanjang wilayah operasional.

Memasuki periode Angkutan Lebaran 2026, pengawasan semakin diintensifkan melalui safety talk, inspeksi rutin, serta pengecekan langsung ke lapangan. Perhatian khusus diberikan pada perlintasan sebidang tidak terjaga dengan volume lalu lintas tinggi serta Daerah Perhatian Khusus (DAPSUS) yang memiliki potensi risiko gangguan keamanan.

KAI juga kembali mengingatkan pengguna jalan untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang dan tidak menerobos palang pintu. “Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dukungan dan kesadaran bersama sangat kami harapkan,” tutup Reza Shahab.

Dengan berbagai langkah pengamanan dan edukasi tersebut, KAI Divre II Sumbar berharap tercipta lingkungan perkeretaapian yang aman, tertib, dan nyaman selama Ramadhan hingga Angkutan Lebaran 2026. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional perjalanan kereta api.


Catatan Redaksi:

Keselamatan transportasi publik adalah tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan perundang-undangan, kesadaran masyarakat, serta sinergi antara operator dan aparat penegak hukum menjadi kunci terciptanya sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

TIM RMO

Kamis, 19 Februari 2026

Tanah Datar Segera Miliki Escape Ramp, KAI Divre II Sumbar Siap Koordinasi Intensif

SUMBAR | Komitmen terhadap keselamatan publik kembali ditegaskan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat. Dalam upaya mendukung peningkatan keselamatan transportasi dan mitigasi risiko kecelakaan lalu lintas di Sumbar, KAI menyatakan dukungan atas rencana pembangunan jalur penyelamat (escape ramp) di kawasan Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar.

Rencana pembangunan jalur penyelamat tersebut akan memanfaatkan lahan milik KAI yang berada di KM 79+200 sampai dengan KM 79+325, tepatnya di Jalan Raya Padang Panjang–Bukittinggi, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan akibat kontur jalan yang menurun dan padat kendaraan, khususnya angkutan berat.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bentuk nyata sinergi BUMN dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan terintegrasi.

“Prinsipnya KAI mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan publik, sepanjang tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Reza Shahab saat mendampingi kegiatan tinjauan lokasi, Kamis (19/2).

Tinjauan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, COO Danantara Dony Oskaria, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin, Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha Rafli Yandra, Direktur Perencanaan Strategi dan Manajemen Risiko Wilman Hatoguan Marudut Sidjabat, serta Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Dedy Diantolani bersama stakeholder lainnya.

Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut memperlihatkan keseriusan lintas sektor dalam menekan angka kecelakaan di jalur Padang Panjang–Bukittinggi yang selama ini kerap menjadi perhatian publik. Jalur penyelamat diharapkan mampu menjadi solusi konkret ketika kendaraan mengalami kegagalan fungsi pengereman.

Reza menambahkan, KAI tidak hanya berfokus pada keselamatan operasional perkeretaapian, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar aset perusahaan. Dukungan terhadap pembangunan escape ramp ini menjadi bagian dari komitmen tersebut.

“Rencana pembangunan jalur penyelamat ini merupakan langkah positif dalam meminimalisir risiko kecelakaan. KAI siap berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait agar prosesnya berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Saat ini, mekanisme pemanfaatan lahan milik KAI masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi lintas instansi. Proses tersebut meliputi kajian teknis, analisis keselamatan operasional kereta api, serta pemenuhan aspek administrasi sesuai regulasi yang berlaku di lingkungan perusahaan.

KAI memastikan bahwa setiap bentuk pemanfaatan aset perusahaan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Langkah ini penting untuk menjaga integritas perusahaan sekaligus memastikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Dengan dukungan terhadap pembangunan jalur penyelamat ini, KAI Divre II Sumbar berharap sinergi antarinstansi terus terjalin kuat. Keselamatan transportasi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja bersama demi melindungi nyawa dan keselamatan pengguna jalan.

“Melalui dukungan ini, kami berharap upaya peningkatan keselamatan transportasi di Sumatera Barat dapat terealisasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tutup Reza Shahab penuh optimisme.


Catatan Redaksi:

Keselamatan transportasi adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

TIM RMO

Rabu, 18 Februari 2026

Bersama Ny. Panca Agung, AKBP Agung Tribawanto Tebar Pesan Damai Jelang Ramadan 1447 H

PASAMAN BARAT | Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Kepala Kepolisian Resor Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat Ny. Panca Agung serta jajaran Polres Pasaman Barat menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian, kedekatan, dan komitmen Polri dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat.

Dalam pesan resminya, AKBP Agung Tribawanto mengucapkan, “Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua senantiasa diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa serta diberikan keberkahan dan perlindungan oleh Allah SWT di bulan yang suci ini.” Pesan itu bukan sekadar formalitas, melainkan refleksi nilai spiritual yang ingin dibangun bersama masyarakat Pasaman Barat.

Didampingi Ny. Panca Agung yang tampil anggun dan penuh khidmat, Kapolres menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum introspeksi, memperbaiki diri, serta memperkuat hubungan sosial. Menurutnya, bulan suci bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat kepedulian terhadap sesama dan menjaga lisan serta perbuatan.

Suasana Ramadan selalu menghadirkan nuansa berbeda di Pasaman Barat. Aktivitas masyarakat meningkat, mulai dari tradisi berburu takjil, salat tarawih berjamaah, hingga kegiatan sosial keagamaan. Dalam konteks ini, Polres Pasaman Barat memastikan kesiapan personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar ibadah berjalan aman dan nyaman.

AKBP Agung Tribawanto juga menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarwarga. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang damai, menghindari provokasi, serta bijak dalam menggunakan media sosial selama Ramadan.

Sementara itu, Ny. Panca Agung menyampaikan bahwa Bhayangkari Cabang Pasaman Barat turut mendukung kegiatan sosial selama bulan suci, termasuk kegiatan berbagi dan silaturahmi dengan masyarakat. Ramadan, menurutnya, adalah waktu terbaik untuk memperluas empati dan mempererat persaudaraan.

Komitmen Polres Pasaman Barat dalam menjaga stabilitas kamtibmas selama Ramadan juga diwujudkan melalui peningkatan patroli, pengamanan tempat ibadah, serta koordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif agar situasi tetap kondusif.

Bagi AKBP Agung Tribawanto, kepolisian tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut merasakan makna spiritual Ramadan. Ia berharap, bulan suci ini menjadi titik balik untuk memperkuat moralitas, integritas, dan kebersamaan.

Ucapan selamat Ramadan yang disampaikan jajaran Polres Pasaman Barat pun mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak yang menilai pesan tersebut sebagai bentuk kedekatan emosional antara kepolisian dan warga, sekaligus penegasan bahwa Polri hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam nilai-nilai kemanusiaan.

Di penghujung pesannya, Kapolres kembali mengajak seluruh masyarakat Pasaman Barat untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh keberkahan, memperbanyak amal ibadah, menjaga persatuan, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta harmonis.


Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Selasa, 17 Februari 2026

Reza Shahab: Imlek Momentum KAI Sumbar Dekatkan Diri dengan Pelanggan

PADANG, SUMATERA BARAT | Suasana berbeda terasa di Stasiun Padang dan sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Divisi Regional II Sumatera Barat pada momentum Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Nuansa merah dan emas menghiasi sudut-sudut stasiun, menciptakan atmosfer hangat yang langsung menyambut para pelanggan sejak pertama kali melangkah masuk ke area keberangkatan.

Momentum Imlek yang bertepatan dengan periode libur panjang 14 hingga 17 Februari 2026 dimanfaatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumbar untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih dari sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lain. Perjalanan kereta disulap menjadi ruang kebersamaan yang sarat makna dan apresiasi.

Sebagai bentuk penghargaan kepada pelanggan setia, KAI Divre II Sumbar membagikan souvenir menarik di Stasiun Padang maupun di atas kereta api. Senyum para penumpang terlihat saat menerima bingkisan tersebut, menambah kesan bahwa perjalanan kali ini bukan hanya tentang tujuan, tetapi juga tentang rasa dihargai.

Ornamen khas Imlek bernuansa merah dan emas dipasang di berbagai titik strategis. Warna merah melambangkan keberuntungan dan semangat, sementara emas menggambarkan harapan akan kemakmuran. Sentuhan dekoratif itu memperkuat identitas perayaan tanpa mengurangi profesionalisme layanan.

Tidak hanya dari sisi dekorasi, para petugas frontline juga tampil dengan dresscode bertema Imlek. Kehadiran mereka dengan busana tematik menciptakan suasana akrab dan menyenangkan, sekaligus menunjukkan kesiapan pelayanan yang tetap prima di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa momen Imlek menjadi kesempatan istimewa untuk mempererat hubungan dengan pelanggan. Menurutnya, pelayanan bukan sekadar operasional, tetapi juga soal menghadirkan pengalaman emosional yang positif.

“Melalui pembagian souvenir, pemasangan ornamen Imlek, serta dresscode khusus bagi para frontliner, kami ingin menghadirkan suasana perjalanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga penuh kehangatan dan kebahagiaan. Ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada para pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan kepada KAI,” ujar Reza.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya angka okupansi selama periode libur panjang tersebut. KAI Divre II Sumbar mengoperasikan total 112 perjalanan KA lokal dengan kapasitas 31.168 tempat duduk, atau rata-rata 7.792 kursi per hari. Hingga 17 Februari 2026, sebanyak 30.896 tiket telah terjual, setara 99,2 persen dari total kapasitas yang disediakan.

Angka tersebut menunjukkan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Di tengah berbagai pilihan transportasi, kereta api tetap menjadi primadona masyarakat Sumatera Barat saat momentum libur panjang.

KAI pun mengimbau masyarakat yang berencana bepergian agar melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya untuk menghindari kehabisan tiket. Bagi pelanggan yang memilih pembelian langsung, tiket go-show tersedia di loket stasiun mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan.

Komitmen pelayanan tetap menjadi prioritas utama. KAI Divre II Sumbar memastikan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan terus dijaga secara optimal selama masa libur Imlek berlangsung.

Semarak Imlek 2577 Kongzili di lingkungan KAI Divre II Sumbar bukan sekadar dekorasi dan simbol perayaan. Ia menjadi refleksi semangat kebersamaan, penghargaan kepada pelanggan, serta bukti bahwa pelayanan publik dapat dikemas dengan sentuhan humanis tanpa meninggalkan standar profesionalisme yang tinggi.

TIM RMO

Senin, 16 Februari 2026

Antusiasme Libur Imlek Meningkat, 14.637 Tiket Terjual, KAI Sumbar Ajak Masyarakat Segera Pesan

PADANG, 14 Februari 2026 | Menyambut libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang berlangsung pada 14 hingga 17 Februari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan layanan transportasi yang optimal bagi masyarakat. Momentum libur empat hari ini diperkirakan mendorong peningkatan mobilitas warga, baik untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun kegiatan keluarga lainnya.

Selama periode tersebut, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan total 112 perjalanan kereta api lokal. Setiap harinya tersedia rata-rata 28 perjalanan dengan kapasitas sekitar 7.792 kursi per hari. Secara keseluruhan, sebanyak 31.168 tempat duduk disiapkan guna memastikan kebutuhan transportasi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Hingga Sabtu (14/2), tercatat 14.637 tiket telah terjual. Artinya, masih tersedia 16.531 kursi yang dapat dimanfaatkan pelanggan. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang terus meningkat, khususnya pada momen libur panjang seperti Imlek.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa data penjualan tiket masih bersifat dinamis dan terus bergerak seiring proses transaksi yang berlangsung setiap saat. “Kami mengimbau masyarakat yang telah merencanakan perjalanan selama libur Imlek agar segera melakukan pemesanan tiket. Dengan memesan lebih awal, perjalanan akan terasa lebih nyaman dan terjamin,” ujarnya.

Menurut Reza, kereta api lokal di Sumatera Barat menjadi pilihan favorit karena menawarkan perjalanan yang aman, tepat waktu, serta harga yang terjangkau. Selain itu, pemandangan alam sepanjang jalur rel di wilayah Sumbar juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana berbeda saat liburan.

Untuk kemudahan pelanggan, pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya. Sistem digital ini memungkinkan masyarakat membeli tiket kapan saja dan di mana saja tanpa harus antre di stasiun. Sementara itu, bagi pelanggan yang memilih pembelian langsung, layanan loket stasiun tetap tersedia mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan (go-show), selama kuota kursi masih ada.

KAI Divre II Sumbar juga memastikan kesiapan seluruh aspek operasional selama masa angkutan liburan. Mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, kebersihan rangkaian, hingga penguatan pengawasan keselamatan perjalanan kereta api dilakukan secara menyeluruh. Petugas di lapangan disiagakan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan.

Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Pemeriksaan rutin terhadap rangkaian kereta dan jalur rel dilakukan untuk memastikan perjalanan berlangsung tanpa hambatan. Selain itu, ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan menjadi komitmen yang terus dijaga demi memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi masyarakat.

Momentum libur Imlek ini sekaligus menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan transportasi kereta api di Sumatera Barat. Dengan dukungan sistem digital, peningkatan kualitas layanan, serta komitmen pada keselamatan, KAI optimistis mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat selama masa liburan.

Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal perjalanan maupun layanan pelanggan, masyarakat dapat mengakses media sosial resmi @KAI121, mengirim email ke cs@kai.id, atau menghubungi WhatsApp 0811-1211-1121. KAI Divre II Sumbar mengajak seluruh pelanggan untuk menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama libur Imlek 2577 Kongzili.

Sabtu, 14 Februari 2026

Komitmen Reza Shahab, 3 Layanan KA Andalan Divre II Sumbar Siap Layani Mobilitas Libur Imlek

PADANG | Menyambut libur panjang akhir pekan sekaligus perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyiapkan total 31.168 tempat duduk bagi masyarakat. Kapasitas tersebut dialokasikan untuk periode 14 hingga 17 Februari 2026, dengan rata-rata 7.792 tempat duduk per hari guna mengantisipasi lonjakan mobilitas penumpang.

Langkah strategis ini ditegaskan langsung oleh Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab. Ia menyampaikan bahwa momentum long weekend Imlek selalu diiringi peningkatan aktivitas perjalanan, baik untuk keperluan wisata, silaturahmi keluarga, maupun mobilitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, kesiapan kapasitas menjadi prioritas utama.

“Kami telah mengantisipasi peningkatan jumlah pelanggan dengan menyiapkan kapasitas maksimal pada tiga layanan kereta api lokal andalan di Sumatera Barat,” ujar Reza Shahab dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).

Tiga layanan yang dimaksud yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–Bandara Internasional Minangkabau (BIM), KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima–Padang–Pariaman–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayu Tanam–Padang. Ketiganya menjadi tulang punggung transportasi berbasis rel di Sumbar yang terjangkau, aman, dan nyaman.

KA Pariaman Ekspres menjadi salah satu primadona. Dengan 10 perjalanan setiap hari dan tarif hanya Rp5.000, kereta ini menghubungkan Pauh Lima hingga Naras, melewati Padang dan Pariaman. Rute ini sangat diminati wisatawan yang ingin menikmati pesona Pantai Gandoriah dan kawasan pesisir Pariaman, terutama saat libur panjang.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres beroperasi 12 perjalanan per hari dengan tarif Rp10.000. Kereta ini menghubungkan Stasiun BIM dengan Pulau Aie, menjadi pilihan utama masyarakat yang membutuhkan akses cepat dan efisien dari dan menuju bandara. Tidak hanya itu, layanan ini juga menghadirkan program tiket rombongan edukatif yang ramah bagi pelajar, menjadikannya sarana transportasi sekaligus pembelajaran.

Adapun KA Lembah Anai melayani rute Kayu Tanam–Padang sebanyak 6 perjalanan per hari. Jalur ini menawarkan panorama alam yang memanjakan mata, mulai dari perbukitan hijau hingga lembah yang asri. Tidak sedikit pelanggan yang menjadikan perjalanan ini sebagai pengalaman wisata tersendiri.

Reza menegaskan, kehadiran ketiga layanan tersebut tidak hanya meningkatkan aksesibilitas masyarakat, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian lokal. Mobilitas yang lancar berdampak langsung pada perputaran ekonomi, khususnya di daerah tujuan wisata.

“Dengan tarif yang terjangkau dan fasilitas yang memadai, kereta api menjadi moda transportasi pilihan masyarakat untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya Minangkabau,” jelasnya.

Untuk kemudahan pemesanan, KAI mengimbau pelanggan membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI. Penjualan tiket dilakukan secara bertahap mulai H-7 sebelum keberangkatan. Langkah ini juga menjadi upaya pencegahan terhadap praktik penipuan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Kami mengingatkan agar pelanggan hanya membeli tiket melalui kanal resmi Access by KAI. Jangan mudah tergiur penawaran dari pihak yang tidak jelas,” tegas Reza.

KAI Divre II Sumbar memastikan keandalan jadwal keberangkatan dan kedatangan selama periode libur Imlek. Komitmen terhadap ketepatan waktu, keselamatan, dan kenyamanan terus diperkuat guna memberikan pengalaman perjalanan yang aman, tertib, dan menyenangkan bagi seluruh pelanggan.

“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan angkutan penumpang, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan. Kami juga akan menyesuaikan kapasitas dan pola operasi untuk menjawab dinamika kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama pada momen dengan permintaan tinggi seperti long weekend ini,” tutup Reza Shahab.

Untuk informasi jadwal perjalanan maupun pengembalian tiket, pelanggan dapat mengakses media sosial @KAI121, email cs@kai.id, atau WhatsApp KAI121 di 0811-1211-1121.

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi