SUARA MINANGKABAU

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Selasa, 06 Oktober 2026

TIM KUASA HUKUM KELUARGA ALM. YARMAN TELAUMBANUA BERSAMA FORUM JUANG ONONIHA SAMPAIKAN ADUAN KE KOMNAS HAM RI

Jakarta | Tim Kuasa Hukum Keluarga Alm. Yarman Telaumbanua bersama Forum Juang Ononiha (FJO) menyampaikan berkas aduan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) pada Senin, 5 Oktober 2026.

Aduan tersebut disampaikan sebagai bentuk langkah keluarga untuk mendapatkan kejelasan atas meninggalnya Yarman Telaumbanua, yang diketahui bekerja sebagai juru mudi Tugboat (TB) Jhoni XXXII.

Berdasarkan keterangan yang diterima keluarga, pada 27 Juli 2026 Yarman Telaumbanua dikabarkan masih bekerja di atas kapal Tugboat (TB) Jhoni XXXII. Namun, pada 28 Juli 2026, keluarga mendapatkan kabar bahwa Yarman Telaumbanua telah ditemukan di bibir Pantai Bunati, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Atas peristiwa tersebut, keluarga kemudian melaporkan kejadian kepada pihak yang berwajib. Laporan tersebut tercatat dengan nomor:

LP/A/07/VII/2026/SPKT.SATPOLAIRUD/POLRES TANAH BUMBU/POLDA KALIMANTAN SELATAN, tertanggal 29 Juli 2026.

Namun, keluarga menyayangkan bahwa hingga diterbitkannya surat pemberhentian penyelidikan perkara oleh Polres Tanah Bumbu, penjelasan mengenai rangkaian peristiwa dan penyebab kematian Yarman Telaumbanua dinilai belum memberikan kejelasan yang dapat diterima oleh keluarga.

Menurut keterangan keluarga, terdapat sejumlah hal yang dinilai janggal dalam kondisi tubuh Alm. Yarman Telaumbanua ketika ditemukan.

Keluarga menyampaikan bahwa terdapat lebam pada bagian wajah, dada hingga perut, serta lebam berwarna merah pada bagian samping kepala. Selain itu, menurut keterangan keluarga, ditemukan pula luka robek pada bagian tertentu dari tubuh korban.

Atas kondisi tersebut, keluarga mempertanyakan bagaimana rangkaian peristiwa sebenarnya yang menyebabkan Yarman Telaumbanua meninggal dunia dan kemudian ditemukan di Pantai Bunati.

Keluarga juga mempertanyakan dasar kesimpulan bahwa dalam perkara tersebut tidak ditemukan unsur pidana, sementara menurut keterangan keluarga masih terdapat sejumlah hal yang belum memperoleh penjelasan secara menyeluruh. 

Tim Kuasa Hukum dan Forum Juang Ononiha menilai bahwa berbagai pertanyaan tersebut perlu mendapatkan perhatian dan pendalaman dari pihak yang memiliki kewenangan agar keluarga memperoleh informasi yang jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Ketua Forum Juang Ononiha, April Julianus Daeli, menyampaikan harapan agar Komnas HAM RI dapat memberikan perhatian serius terhadap aduan keluarga Alm. Yarman Telaumbanua.

“Kami berharap Komnas HAM dapat memberikan perhatian serius terhadap perkara ini. Keluarga memiliki hak untuk mendapatkan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi terhadap Alm. Yarman Telaumbanua. Jangan sampai keluarga terus berada dalam ketidakpastian tanpa memperoleh penjelasan yang terang,” ujar April Julianus Daeli.

Menurut April, perjuangan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kejelasan mengenai kematian korban, tetapi juga menyangkut hak-hak Alm. Yarman Telaumbanua sebagai seorang pekerja serta hak keluarga atau ahli waris yang ditinggalkan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah hak korban sebagai pekerja untuk memperoleh Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) apabila berdasarkan ketentuan dan hasil pemeriksaan perkara korban memang memenuhi persyaratan sebagai peserta atau penerima manfaat program tersebut.

Hak-hak lain yang melekat kepada keluarga atau ahli waris juga perlu dipastikan sesuai dengan status ketenagakerjaan korban, kepesertaan jaminan sosial, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

April Julianus Daeli menegaskan bahwa Forum Juang Ononiha akan terus mendampingi keluarga dalam memperjuangkan hak-haknya melalui jalur hukum dan mekanisme kelembagaan yang tersedia.

“Kami tidak tinggal diam melihat ketidakadilan yang sedang dialami oleh keluarga Alm. Yarman Telaumbanua. Kami akan terus mendampingi keluarga untuk memperjuangkan hak-haknya, termasuk hak memperoleh kejelasan mengenai kematian almarhum dan hak-hak almarhum sebagai pekerja yang seharusnya dapat diterima oleh keluarga atau ahli waris sesuai ketentuan hukum,” tegas April.

Tim Kuasa Hukum Keluarga bersama Forum Juang Ononiha berharap Komnas HAM RI dapat menindaklanjuti aduan tersebut sesuai dengan kewenangannya dan mendorong adanya proses yang transparan, objektif, profesional, serta dapat dipertanggung jawabkan.

Senin, 05 Oktober 2026

HUT TNI di Tengah Kabut Asap, Kasdam XXII/Tambun Bungai Tegaskan Semangat Pengabdian Tak Surut

PALANGKA RAYA | Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kalimantan Tengah berlangsung dalam suasana sederhana. Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, semangat pengabdian prajurit justru tetap terlihat kuat.Suasana peringatan HUT TNI kali ini menjadi gambaran bahwa tugas pengabdian tidak berhenti hanya karena kondisi di lapangan menghadapi berbagai tantangan.Kasdam XXII/Tambun Bungai, Brigjen TNI Sugiyono, hadir dalam rangkaian peringatan tersebut. Kehadirannya sekaligus memperlihatkan komitmen jajaran Kodam XXII/Tambun Bungai dalam menjaga soliditas dan sinergi bersama berbagai unsur di Kalimantan Tengah.

Di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, prajurit TNI tetap menjalankan tugas. Mereka bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan kehadiran aparat di lapangan.

Kasdam Hadir di Tengah Prajurit

Peringatan HUT TNI tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi setiap prajurit untuk terus menjaga profesionalisme sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

Kasdam XXII/Tambun Bungai menjadi salah satu sosok yang hadir dalam momentum tersebut. Kebersamaan dengan prajurit dan unsur terkait menunjukkan bahwa semangat pengabdian harus tetap dijaga dalam kondisi apa pun.

Sinergi TNI dan Polri juga menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kalimantan Tengah.

Keduanya tidak hanya bersinergi dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul di tengah masyarakat.

Pengabdian Tak Terhenti oleh Kabut Asap

Kondisi kabut asap akibat karhutla menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Kalimantan Tengah.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah para prajurit dalam menjalankan tugas.

Di tengah kabut asap, semangat pengabdian tidak ikut meredup.

TNI tetap hadir bersama rakyat. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga keamanan, membantu masyarakat, sekaligus mendukung pemerintah dalam menghadapi berbagai situasi di daerah.

Peringatan HUT TNI akhirnya bukan sekadar tentang bertambahnya usia institusi.

Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI tumbuh dari rakyat, bersama rakyat, dan diabdikan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Dari Kalimantan Tengah, semangat pengabdian itu terus menyala.

TNI kuat bersama rakyat.

Bersinergi untuk Indonesia.

HUT KE-81 TNI, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq Tegaskan Sinergi TNI-Polri

DITLANTAS POLDA SUMBAR | Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum untuk memberikan penghormatan terhadap perjalanan panjang pengabdian prajurit dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 TNI sekaligus menegaskan pentingnya sinergitas TNI-Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, Senin, 5 Oktober 2026.

Momentum HUT ke-81 TNI tidak sekadar menjadi perayaan bertambahnya usia institusi pertahanan negara. Lebih dari itu, peringatan tersebut menjadi ruang untuk mengenang pengabdian panjang prajurit yang telah menjalankan tugas di berbagai medan demi menjaga keutuhan dan kedaulatan Indonesia.

Bagi Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, kekuatan TNI memiliki hubungan erat dengan rakyat. Sebab, keberadaan prajurit di tengah masyarakat merupakan bagian dari wajah negara yang hadir memberikan perlindungan, rasa aman dan pengabdian.

Pesan “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” menjadi refleksi penting dalam peringatan tahun ini. Kekuatan pertahanan akan semakin kokoh ketika dibangun bersama masyarakat yang memiliki kepercayaan terhadap institusi negara.

Semangat tersebut juga memiliki keterkaitan kuat dengan pelaksanaan tugas Polri. TNI dan Polri memang memiliki fungsi berbeda, namun keduanya memiliki tujuan besar yang sama dalam menjaga stabilitas nasional serta memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman.

Sinergitas TNI-Polri, menurut Dirlantas Polda Sumbar, harus terus dirawat melalui komunikasi, koordinasi dan kolaborasi. Soliditas kedua institusi bukan hanya diperlukan dalam menghadapi persoalan keamanan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat.

Di Sumatera Barat, kebersamaan TNI dan Polri menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas daerah. Kehadiran aparat yang mampu bekerja bersama akan memberikan rasa percaya kepada masyarakat sekaligus memperkuat kemampuan negara dalam merespons berbagai persoalan.

Dalam bidang lalu lintas, sinergi tersebut juga memiliki arti strategis. Keamanan dan ketertiban di jalan raya membutuhkan keterlibatan banyak unsur, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat sebagai pengguna jalan.

Ditlantas Polda Sumbar terus mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menjalankan tugas. Penegakan hukum lalu lintas tidak hanya diarahkan untuk memberikan sanksi terhadap pelanggaran, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar keselamatan menjadi kebutuhan bersama.

Di sinilah semangat pengabdian TNI kepada rakyat memiliki nilai yang dapat menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur negara. Pelayanan harus diberikan dengan ketulusan, profesionalisme dan tanggung jawab tanpa mengabaikan ketegasan dalam menjalankan aturan.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menciptakan keamanan. Aparat tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat yang memiliki kesadaran hukum dan kepedulian terhadap lingkungan.

Karena itu, peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum memperkuat hubungan antara aparat dengan masyarakat. TNI dan Polri harus terus hadir bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga melalui langkah pencegahan, pembinaan dan pelayanan.

Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro juga menjadi bagian dari jajaran Ditlantas Polda Sumbar dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian lalu lintas. Penguatan koordinasi internal dan eksternal menjadi bagian penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Dalam konteks kebangsaan, TNI dan Polri merupakan dua institusi yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas negara. Ketika keduanya solid dan bekerja sesuai tugas pokok masing-masing, masyarakat menjadi pihak yang memperoleh manfaat paling besar.

HUT ke-81 TNI juga mengingatkan bahwa tantangan bangsa tidak selalu berbentuk ancaman fisik. Persoalan sosial, bencana, kecelakaan lalu lintas, gangguan ketertiban dan berbagai masalah kemasyarakatan membutuhkan kehadiran negara yang cepat, profesional dan humanis.

Karena itu, semangat TNI untuk rakyat dan Polri untuk masyarakat harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Pengabdian tidak berhenti pada slogan, tetapi terlihat dari seberapa besar kehadiran aparat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Bagi jajaran Ditlantas Polda Sumbar, keselamatan masyarakat menjadi salah satu bentuk konkret pelayanan. Setiap langkah dalam membangun budaya tertib berlalu lintas pada hakikatnya merupakan upaya menjaga kehidupan manusia.

Peringatan HUT ke-81 TNI juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan. Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, kebersamaan antara aparat dan rakyat merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menjaga keutuhan NKRI.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI atas dedikasi yang telah diberikan kepada bangsa dan negara. Semangat pengabdian tersebut diharapkan terus menjadi energi dalam membangun Indonesia yang aman, kuat dan berdaulat.

Pada akhirnya, HUT ke-81 TNI bukan hanya tentang perjalanan sebuah institusi, tetapi juga tentang pengabdian manusia kepada bangsa. Dari prajurit yang menjaga kedaulatan hingga polisi yang memberikan pelayanan di jalan raya, seluruh pengabdian tersebut memiliki satu tujuan: memberikan rasa aman dan menghadirkan negara untuk rakyat. Selamat HUT ke-81 TNI. TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT

TIM RMO

Minggu, 04 Oktober 2026

Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari Amankan Dugaan Tambang Tanpa Izin di Korong Tarok, R dan Excavator Diamankan

Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari Amankan Dugaan Tambang Tanpa Izin di Korong Tarok, R dan Excavator Diamankan

POLRES PADANG PARIAMAN | Dugaan kegiatan penambangan tanpa izin di Korong Tarok, Kabupaten Padang Pariaman, berujung pada tindakan kepolisian. Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Tim Tipidter Satreskrim Polres Padang Pariaman melakukan penindakan dan mengamankan seorang pria berinisial R, bersama satu unit excavator yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Penanganan perkara tersebut berada dalam koordinasi Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari, S.H., S.I.K., M.I.K., kemudian dilaksanakan melalui Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman AKP Nedra Wati, S.H., M.H., yang meneruskan penanganan teknis kepada Kanit Tipidter Ipda Azan Fujiyanto, S.H., M.H.

Kanit Tipidter Ipda Azan Fujiyanto, S.H., M.H. membenarkan adanya penangkapan tersebut setelah pihaknya melakukan konfirmasi kepada Kapolres Padang Pariaman. Keterangan itu memastikan bahwa penindakan terhadap dugaan kegiatan penambangan tanpa izin di Korong Tarok memang telah dilakukan.

Dalam penindakan tersebut, satu orang berinisial R telah diamankan di Polres Padang Pariaman. Tidak hanya orang, satu unit excavator juga telah diamankan dan menjadi barang bukti yang berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani.

Pengamanan R dan alat berat tersebut menjadi langkah awal bagi penyidik untuk mengurai secara lebih mendalam aktivitas yang berlangsung di Korong Tarok. Pemeriksaan selanjutnya diperlukan untuk mengetahui keterkaitan R dengan kegiatan tersebut serta hubungan excavator dengan aktivitas yang diduga merupakan penambangan tanpa izin.

Perkara ini juga tidak semata-mata berhenti pada siapa yang diamankan. Tim Tipidter perlu mendalami bagaimana kegiatan berlangsung, siapa yang bertanggung jawab, serta apakah terdapat pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas tersebut. Semua itu akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang sah.

Dari perspektif kepentingan masyarakat, dugaan penambangan tanpa izin menjadi persoalan yang perlu ditangani secara serius karena menyangkut legalitas pemanfaatan sumber daya alam. Apabila dalam proses penyidikan ditemukan unsur pelanggaran, penanganannya harus dilanjutkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Keberadaan excavator yang kini telah diamankan juga menjadi bagian penting dalam proses pembuktian. Penyidik dapat mendalami fungsi dan keterkaitan alat tersebut dengan aktivitas di lokasi, sementara kesimpulan mengenai peran alat maupun pihak-pihak yang terlibat tetap harus menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Ipda Azan Fujiyanto, S.H., M.H. menyampaikan bahwa informasi lebih lanjut mengenai perkara tersebut akan disampaikan melalui rilis Kapolres Padang Pariaman yang direncanakan pada Kamis. Rilis tersebut diharapkan memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai perkembangan perkara, status R, barang bukti excavator, serta kemungkinan pengembangan kasus.

Penindakan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, menjadi langkah awal kepolisian dalam menangani dugaan aktivitas penambangan tanpa izin di Korong Tarok. Kini perhatian publik tertuju pada proses pendalaman Tim Tipidter Reskrim Polres Padang Pariaman untuk mengungkap perkara secara utuh, profesional, dan berdasarkan bukti. R tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan hukum yang berkekuatan tetap.

Katim RMO Group | Wyndoee

Sabtu, 03 Oktober 2026

AKBP Agung Tribawanto Hadiri Giat Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Bupati Pasaman Barat, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Diperkuat

AKBP Agung Tribawanto Hadiri Giat Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Bupati Pasaman Barat, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Diperkuat

POLRES PASAMAN BARAT | Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., menghadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat, Kamis, 1 Oktober 2026. Kehadiran Kapolres dalam giat kenegaraan tersebut menegaskan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat sinergitas lintas lembaga, serta menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam pengabdian nyata bagi masyarakat.

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, TNI-Polri, Kejaksaan, DPRD, ASN serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Pasaman Barat. Momentum tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga ruang untuk kembali meneguhkan komitmen bersama terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema itu menjadi relevan dengan kondisi masyarakat yang beragam, karena persatuan tidak cukup hanya diucapkan dalam seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepatuhan terhadap hukum dan kepedulian terhadap kepentingan bersama.

Bagi Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, nilai persatuan memiliki kaitan langsung dengan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Situasi kamtibmas yang kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh komponen, bukan hanya mengandalkan kekuatan aparat keamanan.

Kehadiran AKBP Agung Tribawanto bersama unsur Forkopimda juga memperlihatkan kuatnya koordinasi antara Polri, TNI dan pemerintah daerah. Sinergitas tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat, sekaligus memastikan pelayanan kepada warga tetap berjalan dengan mengedepankan kepentingan publik.

Di tengah keberagaman Pasaman Barat, semangat Pancasila menjadi fondasi untuk merawat kebersamaan. Perbedaan suku, agama, latar belakang sosial, profesi maupun pandangan tidak boleh berubah menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun daerah secara bersama-sama.

Kapolres Pasaman Barat juga terus menempatkan kehadiran Polri sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Perlindungan, pengayoman dan pelayanan bukan sekadar kewajiban institusional, tetapi harus dirasakan langsung melalui kehadiran personel di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat membutuhkan rasa aman dan kepastian hukum.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat memiliki peran penting dengan menjaga lingkungan, menaati aturan, tidak mudah terprovokasi, serta menyelesaikan persoalan melalui mekanisme yang damai dan sesuai hukum.

Karena itu, sinergi antara Polres Pasaman Barat, TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan seluruh lapisan masyarakat perlu terus diperkuat. Kebersamaan tersebut bukan hanya penting dalam menghadapi gangguan kamtibmas, tetapi juga dalam membangun kepercayaan dan menciptakan ruang kehidupan yang aman bagi seluruh warga.

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat akhirnya membawa pesan yang lebih luas dari sekadar seremoni. Kehadiran Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menjadi bagian dari semangat untuk menjaga persatuan sekaligus memperkuat pengabdian Polri kepada masyarakat. Pancasila harus hidup dalam tindakan: menjaga persatuan, menghormati hukum, melayani masyarakat dan bersama-sama merawat Pasaman Barat tetap aman, damai serta kondusif.

Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar momentum mengenang sejarah, tetapi kesempatan untuk memperkuat kembali komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan dan mengamalkan Pancasila melalui tindakan nyata.

TIM RMO

Jumat, 02 Oktober 2026

Wing Udara 3 Puspenerbal Gelar Kenaikan Pangkat Periode 1 Oktober 2026.

Wing Udara 3 Puspenerbal Gelar Kenaikan Pangkat Periode 1 Oktober 2026.

TNI AL - Puspenerbal (02/10/2026)
‎Wing Udara 3 Puspenerbal menggelar dua kegiatan Kenaikan Pangkat Periode 1 Oktober 2026 bertempat di Crew Room Rajawali Laut Puspenerbal di Juanda dan di Mako Wing Udara 3 Puspenerbal.

Kegiatan kenaikan Pangkat di Crew Room Rajawali Laut Puspenerbal Juanda dipimpin langsung oleh Komandan Wing Udara 3 Kolonel Laut (P) Arief Sukmono Akbar, M.Tr.Opsla. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan personel Wing Udara 3 Puspenerbal di Biak yang sedang melaksanakan penugasan di Juanda. Sedangkan upacara kenaikan pangkat di Mako Wing Udara 3 Puspenerbal di Biak diikuti oleh seluruh Personel dipimpin oleh Pasminlog Wing Udara 3 Puspenerbal Letkol Laut (E) Budi Kurniawan. A.Md., S.T., M.T. yang mewakili Komandan Wing Udara 3 Puspenerbal yang sedang melaksanakan tugas di Juanda.
‎
‎Dalam upacara tersebut, kenaikan pangkat diberikan kepada Perwira, Bintara, dan Tamtama Wing Udara 3 Puspenerbal dimana kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan dan kepercayaan organisasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian personel dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan pangkat dan jabatan yang diamanahkan.
‎
‎Dalam amanatnya, Komandan dan Pasminlog Wing Udara 3 Puspenerbal menegaskan bahwa kenaikan pangkat diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan profesionalisme, disiplin, tanggung jawab, serta semangat pengabdian dalam melaksanakan setiap tugas demi kemajuan satuan dan TNI Angkatan Laut.

Kamis, 01 Oktober 2026

LPADKT Ucapkan Selamat kepada Prof Bhayu Rhama, Rektor Terpilih UPR

Ketua DPC Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Tengah (LPADKT), Bendi Ebe. Foto: Ist

PALANGKA RAYA – Ketua DPC Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Tengah (LPADKT), Bendi Ebe, menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Dr. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D atas terpilihnya sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030.

Bendi Ebe berharap kepemimpinan Prof Bhayu Rhama dapat membawa UPR semakin maju, berprestasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.

“Selamat dan sukses kepada Prof. Bhayu Rhama atas terpilihnya sebagai Rektor Universitas Palangka Raya periode 2026–2030. Semoga amanah dalam menjalankan tugas dan membawa UPR semakin maju,” ujar Bendi Ebe.

Menurutnya, UPR memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi dan daya saing, khususnya bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

Karena itu, ia berharap kepemimpinan baru UPR dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Bendi juga berharap sinergi antara UPR dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan masyarakat adat, dapat terus ditingkatkan.

“Semoga UPR di bawah kepemimpinan Prof Bhayu semakin berprestasi dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” katanya.

Prof. Bhayu Rhama terpilih sebagai Rektor UPR setelah memperoleh 37 suara dari total 63 suara dalam pemilihan rektor tahap kedua yang digelar bersama Senat UPR dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jumat (02/10/2026).

Dengan hasil tersebut, Prof Bhayu Rhama akan memimpin UPR untuk periode 2026–2030. (cen)

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi