SUARA MINANGKABAU

Kamis, 01 Oktober 2026

Polres Pasaman Barat Teguhkan Nilai Pancasila melalui Pelayanan dan Pengayoman Masyarakat

POLRES PASAMAN BARAT | Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 menjadi momentum bagi jajaran Polres Pasaman Barat untuk kembali meneguhkan semangat persatuan, pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat. Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., nilai-nilai Pancasila menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian untuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk mengingat kembali pentingnya persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat tersebut relevan dengan tugas Polri yang setiap hari bersentuhan langsung dengan berbagai lapisan masyarakat.

AKBP Agung Tribawanto bersama jajaran Polres Pasaman Barat terus mendorong kehadiran personel di tengah masyarakat. Komunikasi, kepedulian terhadap lingkungan, deteksi dini serta langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan menjadi bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Pasaman Barat merupakan daerah dengan keberagaman masyarakat, sehingga semangat persatuan menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas wilayah. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan seluruh elemen warga terus dibutuhkan untuk menghadapi berbagai persoalan secara bersama-sama.

Nilai Pancasila juga tercermin melalui pelayanan kepolisian yang mengedepankan profesionalitas, humanitas dan kepastian hukum. Setiap personel dituntut menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sehingga kehadiran Polri tidak hanya dirasakan ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga melalui pelayanan dan pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Di bidang lalu lintas, jajaran Satlantas Polres Pasaman Barat di bawah Kasat Lantas AKP Nanin Aprilia Fitriani turut menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat melalui pengaturan, pengamanan, edukasi dan penegakan hukum lalu lintas. Keselamatan pengguna jalan menjadi bagian penting dari pelayanan kepolisian yang langsung bersentuhan dengan aktivitas masyarakat setiap hari.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi. Masyarakat diharapkan semakin bijak menerima informasi, melakukan verifikasi sebelum menyebarkannya serta menghindari tindakan yang dapat memicu kesalahpahaman maupun perpecahan.

Bagi Polres Pasaman Barat, menjaga keamanan merupakan tanggung jawab yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, membangun komunikasi dengan warga, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan meningkatkan sinergitas menjadi bagian dari upaya menjaga kamtibmas secara berkelanjutan.

Peringatan 1 Oktober 2026 menjadi refleksi bahwa nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Polisi hadir menjalankan tugas dan pelayanan, sementara masyarakat turut berperan menjaga lingkungan, menaati aturan dan menciptakan suasana kehidupan yang aman serta harmonis.

Dengan semangat Hari Kesaktian Pancasila, Polres Pasaman Barat meneguhkan komitmen untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Persatuan, gotong royong, kepedulian dan penghormatan terhadap hukum menjadi bagian dari semangat pengabdian jajaran Polres Pasbar dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT

TIM RMO

81 Tahun Sumatera Barat, Dirlantas Reza Chairul Akbar Dorong Lalu Lintas Aman, Tertib dan Humanis

DITLANTAS POLDA SUMBAR | Semangat Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat menjadi momentum bagi Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar untuk meneguhkan kembali komitmen pelayanan kepada masyarakat melalui terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Pesan tersebut disampaikan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Hari Jadi ke-81 Sumatera Barat bukan sekadar penanda perjalanan waktu, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai bagaimana pembangunan daerah terus bergerak dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Dalam konteks lalu lintas, mobilitas yang aman merupakan salah satu unsur penting yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik dan kehidupan sosial masyarakat.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq menempatkan keselamatan berlalu lintas sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran personel lalu lintas di jalan bukan hanya berkaitan dengan pengaturan kendaraan, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap setiap pengguna jalan.

Momentum Hari Jadi Sumatera Barat ke-81 juga membawa pesan “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”. Semangat tersebut memiliki makna bahwa kemajuan daerah membutuhkan dukungan berbagai sektor, termasuk sistem transportasi yang aman, tertib dan mampu mendukung pergerakan masyarakat secara berkelanjutan.

Bagi jajaran Ditlantas Polda Sumbar, jalan raya merupakan ruang publik yang digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pengemudi kendaraan pribadi, angkutan umum, pengendara sepeda motor, pejalan kaki hingga pelaku aktivitas ekonomi memiliki hak yang sama untuk mendapatkan ruang lalu lintas yang aman.

Karena itu, pendekatan kepolisian lalu lintas tidak semata-mata bertumpu pada penegakan hukum. Edukasi, pencegahan, pelayanan dan komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran berlalu lintas. Pola tersebut sejalan dengan upaya Ditlantas Polda Sumbar memperkuat budaya keselamatan di tengah masyarakat.

Reza Chairul Akbar dalam berbagai kegiatan kepolisian lalu lintas juga menekankan pentingnya kehadiran personel yang profesional sekaligus humanis. Sikap anggota ketika berhadapan dengan masyarakat menjadi bagian dari wajah pelayanan Polri yang dirasakan langsung oleh pengguna jalan.

Penguatan budaya tertib berlalu lintas membutuhkan keterlibatan masyarakat. Kepatuhan terhadap rambu, penggunaan perlengkapan keselamatan, pengendalian kecepatan serta penghormatan terhadap pengguna jalan lainnya merupakan perilaku sederhana yang memiliki dampak besar terhadap keselamatan bersama.

Ditlantas Polda Sumbar juga terus mendorong edukasi kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk generasi muda. Program Police Goes to Campus, misalnya, menjadi salah satu bentuk pendekatan edukatif untuk menanamkan kesadaran hukum dan keselamatan berlalu lintas sejak lingkungan pendidikan.

Di sisi lain, perkembangan teknologi turut menjadi bagian dari transformasi pelayanan lalu lintas. Penguatan sistem penegakan hukum berbasis elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) diarahkan untuk mendukung proses penegakan hukum yang lebih terukur dan sesuai ketentuan.

Bagi masyarakat, transformasi tersebut diharapkan tidak sekadar dipahami sebagai perubahan cara penindakan. Lebih jauh, teknologi harus mampu mendorong perubahan perilaku sehingga masyarakat memahami bahwa keselamatan dan kepatuhan merupakan kebutuhan bersama.

Kehadiran personel Ditlantas di lapangan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga situasi lalu lintas. Ketika kepadatan meningkat, petugas harus mampu melakukan pengaturan secara cepat dan tepat agar arus kendaraan tetap berjalan serta potensi gangguan keselamatan dapat diminimalkan.

Pengalaman Ditlantas Polda Sumbar dalam melaksanakan kegiatan pelayanan menunjukkan bahwa pengaturan lalu lintas dapat berjalan beriringan dengan pendekatan sosial. Dalam kegiatan JELBUSA, misalnya, personel tidak hanya melakukan pengaturan lalu lintas, tetapi juga menghadirkan aksi sosial kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan.

Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro turut menjadi bagian dari penguatan internal organisasi. Kedisiplinan personel, kesiapan menghadapi dinamika lalu lintas serta konsistensi memberikan pelayanan menjadi unsur yang terus ditekankan dalam pelaksanaan tugas.

Apel dan pengarahan pimpinan menjadi salah satu sarana untuk menyamakan persepsi jajaran. Setiap personel diingatkan bahwa tugas lalu lintas bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sehingga dibutuhkan ketelitian, tanggung jawab dan sikap profesional dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pada momentum Hari Jadi ke-81 Sumatera Barat, pesan tersebut memperoleh konteks yang lebih luas. Daerah yang terus berkembang membutuhkan mobilitas masyarakat yang semakin aman dan tertib, terutama ketika aktivitas ekonomi, pendidikan, perdagangan dan pariwisata terus bergerak.

Keselamatan lalu lintas dengan demikian bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Pemerintah daerah, pengelola jalan, dunia pendidikan, komunitas, pelaku usaha dan masyarakat pengguna jalan memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem transportasi yang berkeselamatan.

Dirlantas Polda Sumbar Reza Chairul Akbar juga menempatkan komunikasi publik sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan. Imbauan keselamatan harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, sementara penegakan hukum tetap dilaksanakan secara profesional dan sesuai aturan.

Semangat “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh” akhirnya tidak berhenti pada slogan peringatan. Di jalan raya, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui perilaku sederhana: mematuhi aturan, menghargai pengguna jalan lain, tidak mengemudi secara berbahaya dan selalu menempatkan keselamatan sebagai prioritas.

Memasuki usia ke-81, Sumatera Barat terus bergerak dengan seluruh potensi masyarakatnya. Dari ruang pengabdian lalu lintas, Ditlantas Polda Sumbar meneguhkan pesan bahwa pertumbuhan daerah perlu berjalan bersama ketertiban, keselamatan dan pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat.

Melalui momentum tersebut, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq bersama Wadirlantas AKBP Yudho Huntoro menyampaikan semangat pengabdian untuk seluruh masyarakat Sumatera Barat. Polri untuk masyarakat, dengan keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari upaya menjaga kehidupan, aktivitas dan masa depan masyarakat di Ranah Minang.

Katim RMO Group | Wyndoee

Rabu, 30 September 2026

Kodaeral X Perkuat Sinergi TNI, Bersih-Bersih Danau Sentani dan Pasar Lama Sentani dalam Karya Bakti "TNI Peduli Sampah"

Kodaeral X Perkuat Sinergi TNI, Bersih-Bersih Danau Sentani dan Pasar Lama Sentani dalam Karya Bakti "TNI Peduli Sampah"

Jayapura – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X turut ambil bagian dalam Karya Bakti bertema "TNI Peduli Sampah" untuk memperingati HUT Ke-81 TNI Tahun 2026. Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi di Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, yaitu Dermaga Yahim Danau Sentani dan lingkungan Pasar Lama Sentani, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan dipimpin Pasiter Korem 172, Mayor Inf Edy Ponco Wibowo, dan diikuti sekitar 100 personel gabungan. Bersama personel Kodaeral X, hadir pula prajurit dari Korem 172, Denzipur 10 Kyd, Yonif TP/810, Yon TP 815, Yonif 12 Marinir, Lanud Silas Papare, dan Yon Parako 481 Pasgat.

Dari jajaran TNI AL, Letda Laut (KH) Ferdi Hariyanto (Paur Dalprogar Sathantai) turut hadir bersama Letda Pas Franika (Dankima Yon Parako 481 Pasgat). Hadir pula Letda Samy G. A (WS Dankiban Yon TP 815) dan Letda Kal Supardiyono (Kasubsi Kaporbama Lanud Silas Papare).

Lokasi 1: Dermaga Yahim, Danau Sentani

Seluruh personel melaksanakan apel kelengkapan di Penjagaan Yonif 12 Marinir pukul 05.50 WIT, lalu bergeser dan tiba di Dermaga Yahim pukul 07.50 WIT. Usai apel dan pembagian sektor pembersihan, pekerjaan dimulai pukul 08.30 WIT. Para prajurit, termasuk personel Kodaeral X, bahu-membahu membersihkan area dermaga dan perairan. Pada pukul 09.45 WIT, sampah eceng gondok dipindahkan dari kapal konveyor ke truk sampah.

Lokasi 2: Lingkungan Pasar Lama Sentani

Selain di Danau Sentani, kegiatan juga digelar di lingkungan Pasar Lama Sentani. Personel membersihkan area pasar dari sampah demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di sana.

Kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar. Dari pembersihan di Danau Sentani, terkumpul sampah eceng gondok dan plastik sebanyak kurang lebih empat truk.

Melalui kegiatan ini, Kodaeral X bersama satuan TNI lainnya menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan dan masyarakat Sentani, sekaligus mempererat kerukunan dan sinergitas antarsatuan TNI di wilayah Jayapura.

Peringati HUT ke-81 TNI, Wadan Kodaeral IX Pimpin Ziarah di TMP Kapahaha Tantui

Peringati HUT ke-81 TNI, Wadan Kodaeral IX Pimpin Ziarah di TMP Kapahaha Tantui

TNI AL-Kodaeral IX, Ambon (30/9/2026). Wakil Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Wadan Kodaeral) IX, Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, memimpin Upacara Ziarah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapahaha, Tantui, Kota Ambon, Maluku, Rabu (30/9/2026).

Upacara ziarah tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di wilayah Maluku yang mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Wadan Kodaeral IX memimpin penghormatan kepada arwah para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan mengheningkan cipta, dilanjutkan peletakan karangan bunga di tugu TMP Kapahaha sebagai simbol penghormatan dan penghargaan atas jasa serta pengorbanan para pahlawan.

Rangkaian upacara kemudian diakhiri dengan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan, foto bersama, serta tabur bunga di pusara para pahlawan oleh para peserta ziarah.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko, Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung, Danrindam XV/Pattimura Brigjen TNI Irfan Amir, Danguspurla III Laksma TNI Andri Kristianto, Danlanud Pattimura Kolonel Pnb. Adhi Safarul Akbar, Kasatpol PP Maluku Dr. Muhammad Malawat, Karo Rena Polda Maluku Kombes Pol. Sachroni Anwar, Asintel Kejati Maluku Diky Oktavia, serta para pejabat utama dan satuan kerja TNI-Polri dan instansi pemerintah lainnya.

Pasukan upacara terdiri atas gabungan pejabat utama TNI-Polri, gabungan perwira menengah dan perwira pertama tiga matra TNI, Batalyon Infanteri 733/Masariku, prajurit Kodaeral IX, Lanud Pattimura, ASN gabungan, serta anggota Dharma Pertiwi.

Bagi TNI, ziarah ke makam pahlawan tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari besar nasional. Kegiatan ini merupakan momentum untuk mengenang kembali sejarah perjuangan bangsa sekaligus meneguhkan kesadaran bahwa kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia tidak diperoleh dengan mudah, melainkan melalui pengorbanan jiwa, raga, dan keteguhan para pendahulu bangsa.

"Nilai-nilai keberanian, patriotisme, rela berkorban, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air yang diwariskan para pahlawan menjadi pesan penting yang perlu terus diteruskan kepada generasi penerus," terang Wadan Kodaeral lX usai pelaksanaan Ziarah.

Menurutnya, melalui kegiatan ziarah, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal nama dan sejarah para pahlawan, tetapi juga memahami nilai perjuangan yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap disiplin, tanggung jawab, persatuan, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

Bagi prajurit TNI lanjutnya, penghormatan kepada para pahlawan sekaligus menjadi pengingat akan jati diri dan tugas pengabdian. Semangat perjuangan para pendahulu diharapkan terus menjadi sumber motivasi untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI serta senantiasa hadir bersama rakyat.

Momentum HUT ke-81 TNI ini diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan, soliditas, dan sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah serta seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan dan membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (@Dispen Kodaeral IX).

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto Perkuat Sinergi Polisi, Guru dan Orang Tua Lindungi Anak

POLRES PASAMAN BARAT | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) terus memperkuat langkah pencegahan terhadap bullying dan kekerasan yang menyasar anak-anak. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi sekaligus pelatihan kepada lingkungan sekolah di SD Islam Terpadu Cahaya Makkah, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Selasa, 29 September 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan Kanit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat Ipda Admi Pandowita itu diarahkan untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada lingkungan pendidikan mengenai berbagai bentuk bullying, kekerasan terhadap anak, serta langkah yang dapat dilakukan apabila muncul ancaman maupun tindakan kekerasan.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H. melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K. menyampaikan bahwa edukasi menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan terhadap kekerasan anak, terutama karena anak membutuhkan perlindungan dari lingkungan terdekatnya.

Menurut Kasat Reskrim, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan setelah sebuah perkara terjadi. Kesadaran mengenai bentuk-bentuk kekerasan, keberanian melapor, serta kemampuan mengenali tanda-tanda terjadinya bullying perlu dibangun sejak anak berada di lingkungan pendidikan.

Dalam sosialisasi tersebut, Unit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat memberikan pemaparan mengenai perkara kekerasan terhadap anak di bawah umur sekaligus menjelaskan sejumlah faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya bullying di kalangan pelajar.
Materi juga diarahkan untuk membuka pemahaman bahwa bullying bukan sekadar persoalan candaan antarsiswa. Tindakan yang dilakukan berulang dan menimbulkan tekanan atau dampak terhadap anak perlu mendapat perhatian serius dari lingkungan sekolah maupun keluarga.

Selain membahas pencegahan bullying, personel Unit PPA turut memberikan penjelasan mengenai tata cara melaporkan apabila terjadi ancaman kekerasan seksual terhadap anak. Pemahaman tersebut diharapkan membuat pihak sekolah mengetahui langkah yang harus ditempuh ketika menemukan atau menerima informasi mengenai dugaan kekerasan.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Guru, orang tua dan lingkungan pendidikan memiliki posisi penting dalam melakukan pengawasan sekaligus memberikan bimbingan kepada anak, baik ketika berada di sekolah maupun setelah kembali ke rumah.

Peran majelis guru juga menjadi perhatian dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Pengawasan diperlukan untuk mencegah terjadinya tindakan bullying, baik yang dilakukan antarsiswa maupun kemungkinan kekerasan dalam relasi antara pengajar dan siswa.

Di sisi lain, keluarga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mata rantai perlindungan anak. Komunikasi antara orang tua dan anak dapat membantu membuka ruang bagi anak untuk menyampaikan persoalan yang dialaminya, termasuk ketika menghadapi tekanan, ancaman atau tindakan yang membuatnya merasa tidak aman.

Langkah edukatif yang dilakukan Unit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat tersebut mendapat respons positif dari pihak SD Islam Terpadu Cahaya Makkah. Kegiatan dihadiri Ketua Yayasan beserta jajaran, Ketua Unit TK, SD dan SMP, para ustaz dan ustazah serta majelis guru Cahaya Makkah.

Melalui kegiatan tersebut, Satreskrim Polres Pasaman Barat menegaskan pentingnya membangun kepedulian bersama terhadap keselamatan anak. Pencegahan bullying dan kekerasan bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan kepedulian sekolah, keluarga dan seluruh lingkungan masyarakat agar anak dapat tumbuh serta belajar dalam suasana yang aman.

TIM RMO

Selasa, 29 September 2026

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq Bangun Komunikasi Humanis Lewat Polantas Karib

DITLANTAS POLDA SUMBAR | Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat terus memperkuat pendekatan humanis melalui gerakan Polantas Karib sebagai bagian dari upaya membangun budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat. Melalui personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR), berbagai pesan keselamatan disampaikan secara langsung kepada pengguna jalan agar setiap perjalanan berlangsung aman, tertib dan saling menghormati, Rabu, 30 September 2026.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menempatkan edukasi masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian lalu lintas. Kehadiran personel di lapangan tidak hanya berkaitan dengan pengawasan dan penindakan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat mengenai perilaku berkendara yang aman.

Konsep Polantas Karib membawa pesan bahwa polisi lalu lintas harus mampu hadir dekat dengan masyarakat. Pendekatan tersebut membuat imbauan keselamatan tidak berhenti sebagai aturan tertulis, tetapi disampaikan melalui komunikasi langsung yang mudah dipahami oleh pengguna jalan.

Salah satu pesan yang ditekankan adalah penggunaan lampu sein sebelum berpindah jalur atau melakukan manuver. Kebiasaan sederhana tersebut merupakan bentuk komunikasi antarpengendara sehingga pengguna jalan lain dapat mengetahui arah pergerakan kendaraan dan mengambil langkah yang diperlukan.

Sat PJR Ditlantas Polda Sumbar juga mengingatkan pengendara agar tidak melakukan balap liar maupun aksi berbahaya di jalan raya. Jalan umum merupakan fasilitas bersama yang digunakan berbagai jenis kendaraan sehingga perilaku yang mengutamakan kecepatan dan mengabaikan keselamatan dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Pesan mengenai larangan balap liar menjadi semakin penting karena keselamatan lalu lintas membutuhkan kepatuhan dan pengendalian diri setiap pengendara. Tidak menjadikan jalan raya sebagai arena adu kecepatan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan bersama.

Selain perilaku pengendara, aspek keamanan kendaraan dan muatan juga menjadi perhatian. Kendaraan yang membawa barang harus memastikan muatan tersusun dan terikat dengan baik sehingga tidak mudah bergeser ataupun jatuh selama perjalanan.

Penggunaan jaring pengaman pada muatan menjadi salah satu pesan yang ditampilkan dalam edukasi Sat PJR. Langkah tersebut penting terutama bagi kendaraan angkutan barang yang membawa muatan dalam jumlah besar dan berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila tidak diamankan secara benar.

Ditlantas Polda Sumbar juga memberikan perhatian terhadap aktivitas masyarakat di sekitar badan jalan. Penggunaan bahu jalan untuk berjualan dapat mengganggu ruang gerak kendaraan dan menciptakan potensi konflik antara aktivitas masyarakat dengan arus lalu lintas.

Karena itu, masyarakat dan pedagang diimbau menggunakan area yang telah disediakan dan tidak menjadikan bahu jalan sebagai tempat berjualan. Ketertiban ruang lalu lintas merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan.

Pesan lain yang terus ditekankan adalah kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Menggunakan helm, mematuhi rambu, memperhatikan batas kecepatan, menjaga jarak aman serta memastikan kelengkapan kendaraan merupakan bagian dari kebiasaan yang harus dibangun sebelum seseorang memulai perjalanan.

Bagi Dirlantas Polda Sumbar, keselamatan lalu lintas bukan semata-mata persoalan penegakan hukum. Keselamatan juga membutuhkan perubahan perilaku, kesadaran dan kepedulian dari setiap orang yang menggunakan jalan.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq melalui jajaran Ditlantas terus mendorong agar edukasi keselamatan dilakukan dengan cara yang komunikatif. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui adanya aturan, tetapi memahami alasan mengapa aturan tersebut harus dipatuhi.

Kehadiran personel Sat PJR di lapangan menjadi bagian dari upaya tersebut. Polisi lalu lintas berada di tengah aktivitas masyarakat untuk memberikan pelayanan, pengawasan dan imbauan sekaligus memastikan pengguna jalan mendapatkan rasa aman selama menjalankan aktivitas.

Semangat “Tertib di Jalan, Selamat Sampai Tujuan” menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan kepada masyarakat. Kalimat tersebut menggambarkan bahwa kepatuhan terhadap aturan memiliki tujuan akhir berupa keselamatan manusia.

Budaya tertib juga harus dimulai dari tindakan sederhana. Memberikan tanda sebelum berpindah jalur, tidak menggunakan bahu jalan secara sembarangan, memastikan muatan aman dan tidak melakukan balap liar merupakan perilaku yang dapat diterapkan setiap hari.

Dalam konteks pelayanan publik, pendekatan Polantas Karib juga memperlihatkan pentingnya hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat. Ketika komunikasi terbangun, pesan keselamatan diharapkan lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan berlalu lintas.

Ditlantas Polda Sumbar terus mengarahkan jajaran agar menjalankan tugas secara profesional sekaligus humanis. Penegakan aturan tetap menjadi bagian dari tugas kepolisian, namun langkah pencegahan melalui edukasi juga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat.

Pada akhirnya, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Polisi memiliki tugas memberikan pelayanan, pengaturan, pengawasan dan penegakan hukum, sementara masyarakat memiliki tanggung jawab mematuhi aturan serta menjaga perilaku agar tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.

Melalui semangat Polantas Karib, Ditlantas Polda Sumbar di bawah kepemimpinan Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq terus mendorong kehadiran Polantas yang dekat dengan masyarakat, memberikan edukasi dan mengutamakan keselamatan. Polri untuk masyarakat diwujudkan melalui pelayanan yang humanis, komunikasi yang terbuka dan komitmen bersama menciptakan lalu lintas yang aman, tertib dan lancar.

TIM RMO

Ayong Pertanyakan Objek Eksekusi Tanah 20x60 Meter, PN Disebut Belum Tahu Lokasinya

PALANGKA RAYA — Polemik terkait rencana eksekusi tanah kembali menjadi sorotan. Seorang warga bernama Ayong mempertanyakan objek tanah berukuran 20 x 60 meter yang disebut akan dieksekusi.

Ayong mengaku hingga kini belum mendapatkan kejelasan mengenai tanah 20 x 60 meter yang dimaksud dalam proses eksekusi tersebut sebenarnya berada di lokasi mana.

Menurut Ayong, persoalan tersebut menjadi semakin membingungkan karena dirinya menyebut pihak Pengadilan Negeri (PN) juga belum dapat menunjukkan secara pasti objek tanah yang akan dieksekusi.
“Yang saya pertanyakan, tanah 20 x 60 meter yang mau dieksekusi itu sebenarnya yang mana dan lokasinya di mana. Objeknya harus jelas,” ujar Ayong.

Persoalan tersebut bermula ketika Ayong, yang menjalankan usaha rental alat berat, diminta oleh seseorang bernama Tikil, yang disebut sebagai pemilik tanah, untuk melakukan pekerjaan pembersihan lahan.

Namun, setelah pekerjaan dilakukan, Tikil disebut tidak mampu membayar jasa pembersihan tanah tersebut.

Sebagai bentuk penyelesaian, Tikil kemudian sepakat menghibahkan tanah kepada Ayong sebagai pengganti pembayaran jasa pembersihan lahan.

Ayong menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bukan sekadar pembicaraan lisan. Menurutnya, kesepakatan hibah tersebut dituangkan secara hitam di atas putih.

Atas dasar dokumen tertulis tersebut, Ayong kemudian menganggap tanah yang diberikan Tikil telah menjadi haknya.

Namun, belakangan Ayong justru dibuat heran setelah mengetahui tanah yang menurutnya telah dihibahkan tersebut masuk dalam perkara dan digugat oleh Wawan Permadi Bungai.

Ayong pun mempertanyakan bagaimana tanah yang telah diperolehnya berdasarkan kesepakatan tertulis dengan Tikil dapat masuk dalam perkara hingga kemudian muncul persoalan eksekusi.

Lebih jauh, Ayong menyebut adanya dugaan bahwa gugatan yang diajukan Wawan Permadi Bungai tersebut dilakukan atas permintaan seseorang bernama Mina Depung.

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian dari pihak-pihak yang disebutkan.

Bagi Ayong, persoalan paling mendasar saat ini adalah kejelasan objek eksekusi.

Ia mempertanyakan bagaimana eksekusi terhadap tanah berukuran 20 x 60 meter dapat dilakukan apabila lokasi, batas-batas, serta identitas tanah tersebut belum dapat ditunjukkan secara pasti.

Ayong meminta agar sebelum eksekusi dilakukan, objek tanah terlebih dahulu dipastikan dan dicocokkan dengan dokumen perkara, putusan pengadilan, serta kondisi fisik di lapangan.

“Kalau memang tanah 20 x 60 meter itu yang mau dieksekusi, saya ingin tahu tanah yang mana. Tunjukkan lokasinya, batas-batasnya dan dasar dokumennya. Jangan sampai objeknya tidak jelas,” tegas Ayong.

Ayong juga menegaskan dirinya memiliki dokumen hitam di atas putih sebagai dasar kesepakatan dengan Tikil. Ia meminta agar dokumen tersebut turut diperiksa dalam proses penyelesaian persoalan tanah tersebut.

Menurut Ayong, kejelasan objek sangat penting agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan eksekusi maupun kerugian terhadap pihak yang merasa memiliki hak atas tanah tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PN, Wawan Permadi Bungai, Tikil, dan Mina Depung masih perlu dimintai konfirmasi untuk memperoleh penjelasan serta hak jawab secara berimbang.

TIM

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi